Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Thursday, November 10, 2016

Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Mengetahui Harga HDD External 500GB Terlebih Dahulu Sebelum Membeli

Dalam mengantarkan pembelajaran TIK atau Teknologi Informasi Komputer atau hal lain yang berhubungan dengan komputer, laptop, netbook, dan lain-lain, ada banyak sekali hal yang bisa kita sampaikan kepada anak. Salah satunya adalah pengenalan komputer secara menyeluruh dari proses perakitan sampai pengoperasian. Memang rumit banget tapi demikianlah kita memang harus mengajarkan dari dasar. Pengetahuan komponen dan harga juga penting untuk kita sampaikan dengan jelas. Mengetahui harga komponen dasar serta komponen external seperti harga HDD External 500GB itu sangat penting. Kita bisa mengajak anak didik untuk membandingkan tiap harga yang muncul termasuk harga HDD External 500GB ini.
Inilah Alasan Kenapa Kita Harus Mengetahui Harga HDD External 500GB Terlebih Dahulu Sebelum Membeli
Memori laptop atau jenis lainnya seperti netbook, ultrabook memiliki keterbatas dalam menyimpan data dan tentu saja membutuhkan perangkat lain untuk menyimpannya. Nah, hardisk external inilah jawabannya. Ingat yah, kita membeli hardisk eksternal karena dirasa space hardisk internal kita atau anak didik tidak cukup. Artinya jika dirasa masih cukup, gunakan saja dulu hardisk internal yang ada.
Dalam proses membeli atau merencanakan untuk membeli, kita harus tahu dulu beberapa istilah yang penting untuk membedakan setiap hardisk external. Misalnya RPM, RPM merupakan satuan menghitung kecepatan dari sebuah hardisk  dalam memproses data. RPM biasa disebut juga dengan Rotary Per Minute atau Kecepatan Putar Motor memutar piringan hdd dalam 1 menit, semakin besar RPM semakin cepat data akan dihantar atau diproses.
Semisalnya suatu saat kita akan membeli hard disk baru untuk eksternal Drive ataupun juga ekstensi Hard Drive pada PC. Perbedaan kecepatan putaran hdd sangat mempengaruhi hasil yang didapat. HDD memiliki kecepatan yang berbeda-beda. Angka yang paling populer adalah 5400 RPM  dan 7200 RPM. Nah, kita bisa memilih yang memiliki RPM besar atau kecil. Jika dibandingkan 2 Hard Disk, 5400 RPM dengan 7200RPM, Hard Disk 7200RPM lebih cepat mengakses banyak data berbanding dengan Hard Disk 5400RPM. Ini berarti kita tinggal pilih Hard Disk dengan kecepatan mengakses data yang lebih cepat yaitu 7200RPM.
Pertanyaannya kemudain mengapa RPM berpengaruh terhadap kecepatan pemrosesan data pada Hardisk? Hal ini disebabkan  data pada HDD tersimpan di platter, yang kemudian dicari dengan memanfaatkan kecepatan putaran platter, jadi makin gede RPM data makin cepat pemrosesan sebuah data.
Dari data di atas muncul kata plater, plater merupakan komponen utama Harddisk yang digunakan sebagai tempat menyimpan Data. platter akan dilengkapi dengan track dan sector, ini menyebabkan mengapa sebuah Harddisk kapsitasnya tidak sesuai dengan yang tertera pada  spesifikasinya ( pasti akan lebih sedikit ), karena trac dan sector akan menyimpan ID pengenal untuk Format Harddisk.
Hal penting lainnya yang perlu kita perhatian adalah kapasitas.  Dalam hal ini kapasitas simpan file maksimal. Kapasitas simpan harddisk portabel bervariasi, dimulai dari 40GB sampai 500GB. Namun kini juga sudah muncul harddisk portabel yang daya tampungnya mencapai 1,5TB (terabyte). Jika kita banyak bekerja dengan file video dan grafis, pilihlah Harddisk eksternal dengan kapasitas terbesar yang bisa kita beli.
Beli di MatahariMall.com saja 

Setelah kita mengetahui hal-hal mendasar di atas, maka kita bisa menentukan berbagai pilihan untuk hard disk yang kan kita gunakan. Sebagai guru misalnya, adanya hard disk ini sangat memungkinkan anda menyimpang banyak data-data pelajaran yang sudah diubah bentuk menjadi file. Demikian juga dengan dokumentasi kegiatan selama di kelas atau di luar kelas bisa kita simpan ke dalam hard disk external yang sudah kita beli. File-file pekerjaan soal siswa bisa kita simpan dengan aman tanpa takut data hilang. Asalkan kita bisa menyimpannya dengan baik maka sampai kapanpun bisa kita gunakan untuk direvisi setiap waktu.
Oh iya, selain ditujukan sebagai suplemen harddisk di komputer desktop, kebanyakan hardisk portabel kini justru membidik pasar pengguna notebook dan netbook (mini notebook). Apalagi sekarang siswa sudah bisa mengakses laptop, netbook, atau ultrabook sendiri. Tinggal kita arahkan agar penyimpanan memorinya baik maka kita bisa menjamin keberadaan file-file pekerjaan anak tersimpan rapi dalam hard disk external kita. Ingat, sebagai guru atau fasilitator pembelajaran kita tetap harus tahu harga HDD External 500GB jika kemudian memilih menggunakan Hard Disk External yang 500GB. Mengetahui harga terlebih dahulu menghindari kita dari kesalahan saat menentukan pilihan.


Saturday, October 22, 2016

Pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Beredar dari satu forum ke forum lainnya dalam media sosial di Indonesia, pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ini perlu dikaji bersama-sama. Pola yang hampir mirip dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat dijabat oleh Anies Baswedan yang selalu menyebarkan berita, atau inspirasi lainnya kepada guru-guru atau pejabat di lingkungan kementerian. Terutama untuk guru-guru yang ada di daerah, pesan dari Mas Anies Baswedan selalu mengandung inspirasi yang bermakna dan baik.
Pesan mendikbud: Universitas Pendidikan Indonesia sebagai pencetak guru harus kreatif!
Berbeda dengan Anies Baswedan yang inspiratif, menteri pendidikan dan kebudayaan sekarang justru sedikit berbeda. Ia seperti berisi instruksi dari satu komando kepada bawahannya. Bersifat seperti militer. Komando dari komandan untuk para pasukannya di bawah!
Mari perhatikan hasil pertemuan berikut ini:
Hasil pertemuan dengan Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy, MAP. Hari/tanggal: Jumat, 21 Oktober 2016 pk 07.45 - 09.00, sebagai berikut:
1. Jenjang SD dan SMP adalah fondasi anak dalam dunia pendidikan
2. Implikasi : Merubah visi & mindset Kepsek, Komite Sekolah dan Guru
3. Kepsek tidak boleh mengajar, tetapi sebagai manajer dan inspirator
4. Pembangunan Karakter d SMP
5. Guru d sekolah minimal 8 jam dan hari Sabtu libur untuk hari keluarga
6. Full day school
7. Guru tidak boleh membawa pekerjaan k rmh dan siswa jg tdk boleh ada PR
7. Menyiapkan Manajemen berbasis sekolah & partisipasi masyarakat
8. Tidak ada LKS
9. Tidak ada PTK untuk kenaikan pangkat
10. Guru adalah ; real kurikulum
11. Guru adalah : profesi ahli, tanggungjawab sosial dan rasa kesejawatan.
12. Taman Budaya d sekolah sebagai sumber belajar.
Itulah info dari Pak Menteri. Semoga bermanfaat.

Saturday, August 6, 2016

Perkembangan Literasi Anak Ini Harus Diketahui Para Guru Dan Orangtua

Amanda Soebadi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI menuliskan sebuah artikel tentang perkembang literasi yang bagus untuk diketahui semua orangtua dan guru. Ia sangat rinci menulis perkembangan bahasa dan matematika untuk tiap jenjangnya.
Membaca, menulis, dan berhitung dahulu baru mulai diajarkan pada tahun pertama sekolah dasar. Saat itu usia masuk SD yang berlaku secara luas adalah 6,5-7 tahun. Tetapi sekarang, banyak SD yang mensyaratkan anak sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung untuk dapat diterima di sekolah tersebut. Usia memulai pendidikan dasar juga telah bergeser; anak yang belum genap berusia 6 tahun sudah dapat diterima di beberapa SD tertentu. Fenomena ini tidak jarang menimbulkan kepanikan orangtua, ditambah lagi dengan menjamurnya kursus-kursus baca-tulis-hitung yang ditujukan untuk anak usia prasekolah. Benarkah anggapan bahwa lebih cepat lebih baik? Kapan sebenarnya anak siap untuk belajar hal-hal di atas?
Suasana Kelas SD Prima di Cimahi, Bandung

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kita perlu mengenal tahapan normal perkembangan membaca dan menulis pada anak. Pada tiap tahapan, ada beberapa aktivitas yang dapat kita lakukan bersama anak untuk menunjang perkembangan baca-tulisnya.

Membaca dan menulis

Usia 2-4 tahun

Anak usia prasekolah masih sibuk mengembangkan kemampuan bicara dan bahasanya. Perkembangan bahasa terkait erat dengan perkembangan kemampuan membaca di kemudian hari. Pada usia ini, membacalah kepada anak Anda sesering mungkin untuk menumbuhkan minat bacanya dan memperluas kosakatanya. Lebih rinci mengenai perkembangan bicara dan bahasa dapat dibaca di sini. Pada usia ini anak dapat mulai mempelajari keterampilan motorik halus dasar yang diperlukan untuk belajar menulis nantinya (pre-writing skills). Keterampilan-keterampilan tersebut misalnya belajar menarik garis, menggambar lingkaran, dan menghubungkan titik-titik. Mewarnai juga menunjang perkembangan keterampilan ini. Gunakan alat tulis dengan pegangan gemuk agar lebih mudah dipegang oleh anak.

Usia 4-5 tahun: Pre-reading skills

Usia taman kanak-kanak adalah usia yang baik untuk memperkenalkan anak pada dasar-dasar baca-tulis (pre-reading skills): pengenalan huruf dan angka, mendengarkan sajak berima, mencocokkan kata-kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama (buku dan bulan, tarik dan naik). Bila anak sudah dapat mengeja suku kata (b-a, ba), tidak lama kemudian ia akan dapat membaca kata-kata sederhana (ibu, sapi, babi). Pada usia ini baik juga untuk memperkenalkan anak pada bagian-bagian buku: sampul depan, judul, pengarang, sampul belakang.

Anak mungkin mulai tertarik untuk menulis beberapa huruf dan angka. Ia makin nyaman menggunakan alat tulis. Untuk menunjang keterampilan ini, anak dapat diberikan permainan mencari jalan atau menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf dan angka.

Usia 6-7 tahun: Belajar membaca dan menulis

Pada tahun pertama SD, makin banyak kata yang dibaca oleh anak. Anak mulai dapat mengenali kata tanpa harus mengeja terlebih dahulu dan mengerti makna sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya. Pada pertengahan tahun pertama, ia dapat membaca sendiri buku-buku sederhana. Pada usia ini, sediakan untuk anak bacaan yang bervariasi, dapat berupa buku atau majalah. Manfaatkan perpustakaan sekolah semaksimal mungkin.

Pada usia ini anak sudah mahir memegang pensil atau pena. Pada akhir masa ini, anak sudah mahir menulis, dengan tulisan yang dapat dibaca.

Usia 7-8 tahun: Belajar membaca tingkat lanjut

Makin banyak kata dan kalimat yang telah dibaca oleh anak usia ini. Dengan membaca, anak memperluas kosakata dan pengetahuannya tentang dunia di sekitarnya. Anak dapat membaca keras-keras dengan ekspresi dan sudah memiliki preferensi buku atau cerita yang disenanginya. Bila membaca cerita, anak sudah dapat mengidentifikasi tokoh, setting, dan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Pada akhir masa ini, biasanya anak sudah dapat membaca sendiri dengan lancar.

Usia 8 tahun ke atas

Setelah usia 8 tahun, anak sudah mahir mempergunakan keterampilan membacanya untuk belajar baik di dalam maupun di luar sekolah. Pada usia remaja, anak sudah mengerti sepenuhnya apa yang dibacanya. Jenis bacaannya pun bervariasi, mulai dari fiksi hingga nonfiksi.

Apabila anak menemui kesulitan serius dalam membaca atau menulis pada usia sekolah dasar, mungkin anak memiliki gangguan belajar. Lebih rinci mengenai gangguan belajar dapat dibaca di sini.

Berhitung dan matematika

Untuk belajar berhitung dan matematika, anak harus sudah memiliki kosakata yang luas serta pemahaman beberapa konsep dasar, misalnya banyak-sedikit, besar-kecil, pengetahuan tentang bentuk dan pola. Berikut tahapan perkembangan ketrampilan berhitung dan matematika pada anak.

Usia prasekolah (2-3 tahun)

Pada usia ini, anak mulai mengenal angka satu digit (1 sampai 9). Beberapa anak sudah mulai dapat menulis angka, bergantung pada kemampuan motorik halusnya. Anak juga sudah dapat menghitung benda, terutama jika jumlah benda tidak lebih dari lima.

Anak usia prasekolah dapat diajarkan untuk mengenali dan meneruskan pola atau deret sederhana. Contoh: jeruk - pisang - jeruk - pisang

Setelah beberapa lama, anak dapat mengenali dan meneruskan deret yang lebih kompleks. Contoh: apel - jeruk - pisang - apel - jeruk - pisang jeruk - jeruk - pisang - jeruk - jeruk - pisang

Selain itu, anak usia prasekolah juga dapat mulai belajar mengelompokkan benda menjadi dua atau tiga kelompok menurut warna, bentuk, ukuran, atau sifat lain yang dapat dikenalinya. Contohnya, anak dapat diajak mengelompokkan balok menjadi dua kelompok, merah dan biru.

Usia taman kanak-kanak (4-5 tahun)

Pada usia ini, anak sudah dapat mengenali angka 1 hingga 20. Anak juga sudah memahami konsep jumlah yang ditunjukkan oleh masing-masing angka dan dapat menghitung benda dengan benar apabila jumlah benda 20 atau kurang. Beberapa anak sudah mulai dapat menghitung loncat (1, 3, 5, 7 atau 10, 20, 30, 40). Anak usia taman kanak-kanak dapat mengenali dan meneruskan deret yang makin kompleks (misal: merah - merah - biru - kuning - merah - merah - biru - kuning). Mereka juga sudah bisa membuat deret sendiri dan meneruskannya. Selain itu, anak juga dapat mengelompokkan benda menjadi tiga kelompok atau lebih berdasarkan lebih dari satu sifat, contohnya: balok merah besar, balok merah kecil, balok biru besar, balok biru kecil.

Usia sekolah dasar (6-10 tahun)

Pada tahun pertama sekolah dasar, anak dapat belajar penjumlahan dan pengurangan dengan satu digit. Pada tahun kedua, anak mulai dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan dua digit atau lebih. Tahun ketiga dan keempat adalah saatnya anak mulai mempelajari perkalian dan pembagian.Pada usia selanjutnya (11 tahun ke atas) barulah anak dapat mengerti sepenuhnya mengenai pecahan, desimal, persentase, dan geometri.

Apabila anak menemui kesulitan serius dalam berhitung pada usia sekolah dasar, mungkin anak memiliki gangguan belajar. Lebih rinci mengenai gangguan belajar dapat dibaca di sini.

Adakah kata terlalu dini untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung? Tidak pernah terlalu dini untuk belajar, selama aktivitas yang diberikan sesuai dengan usia dan tahapan perkembangan anak. Sebaiknya kita tidak memaksakan anak untuk menguasai keterampilan yang berada di atas tahapan yang sudah dicapainya. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki waktu dan kecepatan tersendiri untuk belajar; tahapan perkembangan yang dicapai satu anak tidak dapat dibandingkan dengan anak lainnya. Selain itu, belajar harus tetap menyenangkan untuk anak!

Sunday, May 1, 2016

Pesan Mendikbud Untuk Pembelajar Dimanapun

Di Hari Pendidikan Nasional ini, Mendikbud memberikan sebuah pesan. Berikut ini pesan lengkap Mendikbud untuk para pemuda-pemudi yang menuntut ilmu di perantauan:

Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui  harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,

Anies Baswedan

Wednesday, April 6, 2016

Peribahasa Sunda Untuk Belajar Bahasa Daerah

Inilah beberapa peribahasa sunda yang bisa dijadikan sebagai bahan untuk belajar bahasa daerah yaitu basa sunda. Silahkan cermati karena banyak sekali pelajaran dan makna kebaikan yang terkandung dalam peribahasa sunda ini.

Mangga Bilih Hoyong Apal Saeutik Papatah Kolot Sunda :

* Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahé kedah micarék ( Ngak boleh korupsi, maling, nilep, dsb… kalo mo ngambil sesuatu harus seijin yg punya )

* Sacangreud pageuh sagolek pangkék ( Menepati janji & Consitent)

* Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina ( harus mengikuti etika yang ada )

* Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang ( berbicara harus tepat, jelas, bermakna.. tidak asbun ).

* Kudu hadé gogog hadé tagog ( harus consitent dengan perilakunya )

* Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh (harus saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi).

* Ulah ngaliarkeun taleus ateul (jangan menyebarkan isu hoax, memfitnah, dsb).

* Bengkung ngariung bongok ngaronyok ( kompak dalam hal menghadapi kesulitan/ masalah harus di selesaikan bersama).

* Bobot pangayun timbang taraju ( semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan )

* Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang ( harus ada tujuan yg jelas sebelum melangkah ).

*  Kudu nepi memeh indit ( make sure semuanya di prepare dulu).

* Tarajé nangeuh dulang tinandé (setiap tugas harus dilaksanakan dengan baik dan benar).

* Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian (jangan berebut kekuasaan).

* Ulah ngukur baju sasereg awak ( jangan melihat dari hanya kaca mata sendiri).

* Ulah nyaliksik ku buuk leutik (jangan memperalat yang lemah)

*  Ulah kéok méméh dipacok (Ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras).

* Kudu bisa kabulu kabalé (Gawul, kemana aja bisa menyesuaikan diri)

* Mun teu ngoprék moal nyapék, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih ( segalanya harus pakai akal dan harus terus di ulik, di teliti, kalo sudah diteliti dan dijadikan sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan).

*.Cai karacak ninggang batu laun laun jadi legok ( semangat pantang mundur)

*.Neangan luang ti papada urang (Belajar mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain)

*.Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun (speak the truth nothing but the truth).

* Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan (saling bekerjasama membangun kemitraan yang kuat).

*.Ulah taluk pédah jauh tong hoream pédah anggang jauh kudu dijugjug anggang kudu ditéang (maju terus pantang mundur).

* Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak (Kompak/ team work )

Sakitu heula ...

Tuesday, April 5, 2016

Menghadapi Ujian

Menghadapi Ujian 

Inilah beberapa tips untuk membantu dalam mengerjakan ujian:

Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
soal paling sulit
yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
memiliki nilai terkecil
Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.



Nah, di bawah ini juga penting diperhatikan yaitu!

1. Mindset! Hal mendasarkan yang membedakan juara dan yang tidak juara terletak pada pola pikir. Pola pikir akan mewujudkan dalam tindak. Orang bisa sukses karena tindakannya dan semua tindakan itu berasal dari pola pikir sukses. Kunci Sukses 1 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki pola pikir pelajar sukses.

2. Hilangkan penghambat! 80% masalah belajar disebabkan oleh emosi negatif. Anak sering merasa malas dan tidak termotivasi saat disuruh belajar. Tetapi, menjelang ujian mereka merasa takut tidak lulus, cemas, khawatir dan stress. Semua itu adalah penghambat yang harus dituntaskan. Kunci Sukses 2 yang saya bagikan adalah cara menghilangkan segala bentuk ketakutan, kecemasan, dan berbagai emosi negatifnya dalam belajar dan ujian.

3. Percaya diri! Banyak anak yang mendapat nilai jelek karena kesalahan sepele seperti tidak teliti, ragu-ragu, atau mengubah jawaban yang sebenarnya sudah tepat. Kesalahan ini timbul dari rasa kurang percaya diri. Kunci Sukses 3 yang akan Anak Anda dapatkan adalah memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi ujian.

4. Disiplin! Tidak disiplin dan suka menunda-nunda dalam belajar merupakan hal yang merusak persiapan ujian. Untuk mengatasi ini, Anak harus memiliki Kunci Sukses 4 yaitu berdisplin diri dan berperang dengan penundaan.

5. Manajemen Waktu! Terlalu banyak bermain dan melupakan belajar membuat anak mendapat nilai jelek. Sebaliknya terlalu banyak belajar dan tidak bermain membuat anak menjadi stres. Perlu ada keseimbangan antara belajar dan bermain dalam masa ujian. Kunci Sukses 5 yang harus dimiliki Anak adalah cara mengatur waktu belajar dengan sistem yang tepat.

6. Pahami Pelajaran! Terlalu banyak materi yang dipelajari untuk ujian membuat Anak kelamaan dalam memahami pelajaran. Kunci Sukses 6, menguasai strategi menemukan poin-poin penting dalam pelajaran sehingga Anak Anda bisa memahami pelajaran dengan mudah dalam waktu singkat.

7. Strategi lainnya! Menghafal adalah bagian dari pembelajaran di sekolah. Menghafal akan menjadi mudah jika tahu caranya. Kunci Sukses 7 yang akan Anak Anda pelajari adalah cara menghafal daftar kata berurut, rumus, kata asing (cont: pelajaran biologi), dan proses (cont: metamorfosis).

8. Berlatih soal! Semakin banyak berlatih Anak semakin siap menghadapi ujian. Bagaimana berlatih yang tepat untuk melewati masa ujian dengan sukses? Jawabannya ada di Kunci Sukses 8.

9. Saat mengerjakan soal! Hal yang sering kali dilupakan oleh anak adalah cara mengerjakan soal yang tepat saat ujian. Kunci Sukses 9 yang akan Anak Anda miliki adalah cara mengerjakan soal ujian dengan tepat agar mendapatkan nilai maksimal.




Sunday, April 3, 2016

Pesan Mendikbud untuk siswa peserta Ujian Nasional dan Orangtua

Ibu-Bapak yang saya hormati,
serta anak-anakku para peserta Ujian Nasional 2016

Hari Senin 4 April, UN SMA dan sederajat dilaksanakan. Anak sulung saya, juga akan menjalani Ujian Nasional. Sebagai orangtua, seperti halnya Ibu dan Bapak, kami juga turut merasakan apa yang dirasakan anak-anak kita. Ada pengharapan mendapat hasil terbaik, tetapi juga mungkin terbersit kekhawatiran.

Ibu dan Bapak, para orangtua, mari kita bangun suasana yang tenang, suasana belajar di rumah. Suasana yang nyaman untuk anak-anak kita. Saya berharap, kita sebagai orangtua menghindari hal-hal yang bisa menggangu ketenangan persiapan anak dalam menghadapi UN. 

Bagi anak-anakku peserta UN, jangan tegang menghadapi UN yang kini tidak lagi menentukan kelulusan. Tidak perlu khawatir berlebihan dalam menjalani UN, namun manfaatkan tantangan ini secara sungguh-sungguh sebagai kesempatan bercermin tentang apa yang sudah kita raih dan apa yang perlu kita lakukan ke depan.

Mulai sekarang, sampai saat UN, jangan terlalu forsir diri untuk belajar. Harus  istirahat yang cukup. Malam menjelang UN jangan belajar semalaman. Justru harus tidur cukup. Usahakan tidur malam selama 8 jam. Pastikan asupan makanan sehat dan bergizi. Jangan lakukan hal yang sebelumnya tidak biasanya kita lakukan. Ini untuk menghindari terjadinya hal-hal baru yang berisiko mengganggu persiapan. 

Persiapkan semua kebutuhan yang harus dibawa ke sekolah saat UN. Perhatikan dan persiapkan dengan detail sehari sebelum UN, mulai dari baju seragam hingga pensil, penghapus dan rautan. Pastikan berangkat awal dari rumah, agar tidak terburu-buru di jalan dan bisa sampai di lokasi UN dengan tenang dan tepat waktu.

Saat menjalani UN, diawali berdoa, saya berharap anak-anakku semua tetap percaya pada diri sendiri. Saya mengingatkan kepada semua untuk tidak melakukan cara-cara yang tidak terpuji sewaktu UN, seperti menyontek atau percaya pada mereka yang menawarkan jawaban. 

Seperti digariskan Presiden Jokowi, mari kita melakukan Revolusi Mental: tegakkan integritas. Mari berhenti membiarkan kecurangan dan berhenti berbuat curang. Mari kita tetapkan hati kita bahwa mereka yang berusaha mengotori proses pendidikan ini adalah pengkhianat bangsa. Kecurangan itu adalah menghianati jutaan siswa lain yang belajar dengan serius, ratusan ribu guru membimbing siswa belajar dan bekerja dalam sunyi menyiapkan penyelenggaraan UN.  

Dari dunia pendidikan yang bersihlah kita membangun bangsa jauh ke depan. Dan melalui momen seperti UN ini kita tunjukkan komitmen kita yang percaya diri, yang tak ragu untuk bercermin dan yang terus bergerak maju ke depan.

Selamat melaksanakan Ujian Nasional.

Salam,
Anies Baswedan


Wednesday, December 23, 2015

Menonton Tayangan Ipin Dan Upin Dari Berbagai Persfektif

Catatan ini terinspirasi oleh beberapa tayangan anak-anak ditelevisi, salahsatunya adalah kisah sikembar Ipin dan Upin. Diakui atau tidak, kehadiran Ipin dan Upin sudah mendapatkan tempat diruang hati anak-anak Indonesia. Kehadiran merasuki benak anak-anak Indonesia ini terlihat dari membanjirnya produk produk sampingan dari tayangan tersebut. Walaupun bisa jadi, si pemroduksi atau si perusahaan pembuat film animasi ini tidak tahu bahwa banyak produk sampingan yang laris di pasaran.

Produk sampingan yang beredar dipasaran ini, saya anggap sebagai keberhasilan Ipin dan Upin dalam merebut ruang penonton anak-anak Indonesia. Indikatornya, tidak mungkin mencetak kaos, balon, boneka, topi dlsb jika tokoh tersebut tidak dikenali atau tidak disukai anak-anak Indonesia. Produk sampingan tersebut bisa ditemui dipusat-pusat perbelanjaan seperti mall, pasar tradisional, emperan, kaki lima dan toko-toko baju. Hampir semua ada sosok tokoh Ipin dan Upin ini.

Bahaya Upin & Ipin

Dalam persfektif orang dewasa, Ipin dan Upin itu berbahaya. Perlahan tanpa disadari film anak-anak Ipin & Upin merasuk ke dalam jiwa anak-anak Indonesia dengan baik. Lakunya desain baju, boneka dan balon karakter Ipin & Upin menunjukan bagaimana dominasi Ipin & Upin mampu mengalahkan karakter tokoh film kartun lainnya seperti Spongebob, Mikey Mouse dll.

Keberhasilan mendominasi pasar Indonesia perlahan diikuti dengan muatan-muatan berisi pengaruh budaya Malaysia. Tidak bisa disalahkan karena Ipin dan Upin lahir dari Malaysia. Ipin & Upin semula hadir ditengah-tengah masyarakat Indonesia saat Ramadhan tahun 2006an. Hanya sekilas-sekilas saja, waktu tayangnya pun terbatas pada saat sahur dan menjelang buka. Kehadiran sangat kocak tetapi berisi pelajaran tentang berpuasa. Dari mulai hari menjelang puasa, waktu sahur, saat puasa, saat buka, tarawih, zakat dan sholat Idul Fitri. Isinya lumayan bagus karena mengajarkan doa-doa yang diharuskan saat menjalankan ibadah puasa, seperti doa niat sahur, doa berbuka puasa.

Amalan-amalan baik seperti harus saling bermaaf-maafan dikala habis sholat Idul Fitri, menghormati orang tua dan disiplin dalam beribadah sholat.

Disela-sela hal baik tersebut ada sedikit pertanyaan yang tersirat muncul tiba-tiba. Misalnya ketupat, seingat saya ketupat dihari lebaran adalah ciri khas lebarannya Indonesia. Kalau mengambil setting Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan, toh Ketupat rasanya bukan dari Kalimantan. Lalu Atuk atau kakek dalang wayang kulit, seingat saya dalang wayang kulit itu atau wayang kulit itu adalah milik Indonesia, terutama Jawa. Dalang yang memainkan wayang kulit rasanya tidak berasal dari Kalimantan, apalagi Malaysia.

Episode selanjutnya adalah Rasa Sayang, judul ini seolah menegaskan bahwa lagu rasa sayang adalah lagu Malaysia. Seorang pembaca harian Pikiran Rakyat di Bandung, menuliskan kegelisahan perihal ini. Dia takut jika budaya-budaya yang sebenarnya berasal dari Indonesia perlahan dijejalkan pada anak-anak kecil sebagai budaya Malaysia. Sayangnya counter opinion atas Ipin & Upin ini belum terlihat dalam tayangan televisi kita. Bisa jadi kekalahan telak tayangan entertaiment kita sedang membuat formulasi agar Ipin & Upin tidak terus menerus merasuki jiwa anak-anak. Langkah terbaiknya hanya, membatasi tayangan Ipin & Upin atau kurangi menonton dan perbanyak aktivitas membaca.
Upin dan Ipin memiliki banyak pesan positif damping ketika menontonnya (bukukelas.blogspot.com)

Beda Persfektif

Sebelum masuk ke dalam sisi pemikiran anak-anak, saya ingin menyampaikan beberapa poin yang masuk dalam persfektif orang dewasa. Bahwa Ipin dan Upin bisa menjadi alat propaganda Malaysia terhadap anak-anak Indonesia. Misalnya menyebutkan beberapa kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaan Malaysia. Contohnya Atuk Dalang yang jagoan main wayang kulit. Kita harus tahu bahwa wayang kulit itu hadir dari pulau Jawa di Indonesia. Secara tidak sadar, Malaysia akan menanamkan pada anak-anak Indonesia untuk mengakui bahwa wayang kulit juga bagian dari budaya Malaysia.

Untuk masalah klaim budaya ini, beberapa bidang seni sudah memprotes, misalnya Reog Ponorogo yang pernah seolah-olah diklaim Malaysia, seniman rame-rame mengangkat ke media. Atau tarian Bali yang juga diprotes karena hanya ada di Bali dan bukan Malaysia. Itu dari sisi persfektif orang dewasa, khawatir jika Ipin dan Upin akan menjadi alat propaganda Malaysia terutama bagi anak-anak. Sementara dalam benak anak-anak, saya yakin Ipin dan Upin sangat menyenangkan, lucu dan menghibur. Hal ini terbukti pada anak lelaki saya yang baru berumur 2,8 tahun. Bagi anak kecil itu, tak peduli tayangan Ipin dan Upin diulang-ulang, yang penting pada saat yang bikin tertawa, dia tertawa sangat asik.

Hal positif lainnya, misalnya mengajarkan anak berpuasa, membaca doa, berlaku baik dan saling membantu satu sama lain. Untuk hal positif, saya kira tidak ada salahnya Ipin dan Upin menjadi tayangan alternatif daripada sinetron Indonesia yang tidak jelas. Sisi lain yang menarik dari beda persfektif dalam memandang sebuah tayangan film anak-anak adalah Si Unyil dan Kawan-kawannya. Tayangan Si Unyil ini melegenda sejak tahun 1980-an. Saya masih kecil, makanya saya bisa melihat dari sisi saya dahulu ketika masih berumur 5-8 tahunan.

Dalam benak saya waktu itu, Unyil adalah sosok yang sangat baik, suaranya khas dan perilakunya sangat baik. Unyil berteman baik dengan Usro, Pak Ogah dan Pak Raden. Unyil memberikan sisi yang nyaris tanpa kritik dalam persfektif saya ketika masih kecil. Kenyataan tayangan si Unyil tetap memiliki kritik dari orang dewasa pada waktu itu. Saya tahu kritik ini dari seorang senior di kampus. Si Unyil ternyata dikritik karena dewasa dari semestinya. Cara berbicara Unyil tidak lebih dari propaganda Orde Baru pada waktu untuk urusan misalnya, KB, Poskamling, Gotong Royong, Pancasila dslb. Karena membawa isu dan propaganda Orde Baru itu, Si Unyil dianggap tidak relevan bagi anak-anak Indonesia pada waktu itu.

Sayangnya ketika saya kecil, saya tidak sekritis pemikiran senior saya. Kejadian beda persfektif ini sangat menarik karena sekarang saya melihat dari banyak sudut pandang. Sebagai anak kecil yang mengidolakan Si Unyil dan sebagai seorang Ayah dari anak yang menyukai film Ipin dan Upin. Pada akhirnya saya menyerahkan pada anak saja, tergantung dari sisi mana dia melihat. Sebagai orang tua, yang bisa dilakukan hanya mendampingin serta menjelaskan jika ada hal yang ditanyakan anak kecil. Mengarahkan pada sisi yang baik serta menghindari sisi yang jelek.

Sebagai orang tua yang peduli kebudayaan, sudah waktunya bertindak menyeimbangkan antara tontonan Ipin & Upin dengan mengajak anak-anak mengeksplorasi alam Indonesia yang indah ini. Ajaklah anak-anak anda bermain di alam terbuka agar mereka mencintai alam dan budaya Indonesia. Menonton tayangan televisi baik tetapi harus dibatasi agar terhindar dari kebiasaan nonton. Lebih baik membacakan dongeng, menceritakan kisah-kisah positif dan jangan lupa mengajak terus bermain. Karena anak suka bermain.

Sunday, December 20, 2015

Menggambar Dan Psikologi Warna Yang Menarik Dikaji

Menggambar adalah kegiatan yang menyenangkan. Membuat catatan bergambar di kelas baik untuk catatan pribadi atau saat menerangkan di depan kelas lebih menarik daripada menyajikan teks-teks saja. Semua anak sangat menyukai kegiatan menggambar. Ternyata, ada sisi-sisi lain dari menggambar yang menarik kita kaji, salah satunya adalah psikologi warna.

Menggambar di sekolah adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Menambahkan gambar dalam setiap catatan membuatnya terlihat menarik. di Sekolah Waldorf, menggambar bahkan ada pelatihan untuk gurunya. Di sekolah tersebut bahkan ada semacam buku tutorialnya. Judul buku tersebut adalah Painting and Drawing In Waldorf School. Hal ini menunjukan begitu pentingnya menggambar dalam sebuah aktivitas pendidikan di sekolah. Kekhasan gambar di Sekolah Waldof adalah warna yang menarik serta ketiadaan garis tepi atau outline. Bandingkan dengan gambar pada umumnya. Bahkan sayapun masih suka menggambar dengan outline. Mereka dilatih menggambar tanpa outline sejak tahapan dini.



Gambar anak di Sekolah Waldorf (http://sacramentohomeschoolmathbyhand.com/)

Dalam menggambar ada salah satu aspek yang juga sama pentingnya yaitu warna. Bandingkan sebuah karya gambar yang berwarna dengan gambar yang tidak berwarna. Tentu akan memberikan perasaan yang berbeda pada setiap karya yang berwarna. Saya selalu mengarahkan anak untuk mewarnai karyanya terutama karya gambar. Jika tidak diarahkan, beberapa anak biasanya memilih warna yang praktis, mudah, dan cepat. Ada kesan yang penting berwarna, masalah banyak atau tidaknya terserah guru. Tentang ini, saya mengelompokan anak-anak dalam beberapa kategori berdasarkan cara berkaryanya. Si praktis dan si perfect. Si perfect akan memilih warna dengan durasi waktu yang lama. Ia akan memikirkan banyak hal tentang pilihan warnanya. Pekerjaanya biasanya lambat karena ia sibuk memilih warna di awal. Sementara si praktis, cenderung cepat menentukan tetapi keinginannya untuk cepat beres membuat karyanya terlihat tidak maksimal.

Dari pilihan warna, kita bisa mengidentifikasi anak. Kecenderungan anak dalam memilih warna-warna yang dominan dalam karyanya menggambarkan secara tidak langsung kepribadiannya. Misalnya anak yang menyukai warna hitam. Anak yang menyukai warna hitam cenderung punya pemikiran yang konservatif. (konservatif berasal dari bahasa latin com servare, yg artinya "melindungi dari kerusakan/kerugian) dan sangat tahu apa kelebihan diri mereka (agak kepedean sih). Warna hitam juga cenderung membuat mereka ingin tampil percaya diri.
Anak yang menyukai warna hitam atau putih biasanya memiliki sifat yang bersahaja, imajinatif, petualang, bersemangat, antusias dan periang. Biasanya orang yang menyukai warna ini menganggap hidup hanyalah sebagai permainan. Ia menyukai hal-hal yang menyenangkan dan menantang, senang bekerja untuk membantu orang lain karena hal ini merupakan suatu petualangan dan kebahagiaan bagi dirinya.
Warna lainnya misalnya pink. Warna ini cenderung dikenal sebagai warna feminin (lebih kepada sifat kewanitaan). Warna ini menyembunyikan kepribadian yang misterius, bukan misterius yang berbau mistis tapi lebih kepada sesuatu yang jarang orang lain tahu. Jadi, tak benar jika seseorang yang menyukai warna pink adalah sosok yang sangat girly, bisa jadi ia pandai memainkan gayanya. Orang yang menyukai warna ini memiliki sifat yang romantis, hangat, suka membantu, penyayang dan mempunyai kesederhanaan spiritual . Jika pink adalah warna kesukaan Anda, biasanya Anda menganggap orang-orang yang peduli dengan Anda sebagai sesuatu yang paling berharga yang pernah Anda miliki. Anda membutuhkan kedekatan, aturan yang fleksibel, menyukai adaptasi dan perubahan. Anda benar-benar suka dengan keromantisan, pelukan, serta komunikasi. Demikianlah penjelasan dari Paulus Darby tentang Mengetahui sifat seseorang dari warna kesukaannya. Semoga apa yang telah dihadirkan oleh Aura pesona kali ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk hal yang positif.
Memilih warna merah menunjukan sosok anak yang cerdas, berani dan vokal! Mereka sangat suka berada di tengah banyak orang dan menjadi pusat perhatian. Mereka juga suka berpetualang dan tak suka ditentang.
Penggemar warna merah biasanya adalah orang yang tegas, memiliki kepribadian yang cemerlang, kepemimpinan yang kuat, punya semangat yang tinggi, jiwa sosialnya tinggi dan menyukai koneksi dengan banyak orang. Orang yang menyukai warna merah adalah type yang senang dengan kesibukan yang membutuhkan energi yang tinggi seperti berbicara, presentasi, dan membuat koneksi baru.
Sementara itu untuk anak yang menyukai warna biru, seperti kesan yang didapat dari kejernihan warnanya, Mereka yang menyukai warna biru adalah sosok penyayang dan berjiwa bebas. Mereka percaya bahwa kecantikan dari dalam dirilah yang membuat mereka cantik seutuhnya. Seperti air yang mengalir, energinya surut dan naik, melihat perubahan untuk melakukan suatu gerakan. Orang yang menyukai warna biru biasanya dapat di andalkan untuk memecahkan suatu masalah.
Warna oranye menunjukkan seseorang adalah orang yang tulus, menikmati tantangan dan hal-hal baru. Mereka juga punya ambisi besar serta senang menjadi pusat perhatian. Memang ngga banyak sih arti kata dari warna orange ini tapi kalau ditela'ahi punya ambisi besar pasti selalu ingin mencoba hal-hal yang baru dan tidak mudah menyerah untuk selalu mencoba.


Anak sedang menggambar
Bagi anak yang suka warna kuning, biasanya ia anak yang optimis (orang yang selalu berpengharapan baik dalam mengenai segala hal) suka akan tantangan dan kegiatan di luar ruangan. Penyuka warna kuning juga adalah anak yang fleksibel dan punya intuisi yang kuat.
Warna putih dikatakan sebagai warna netral, dan demikian pula dengan yang memfavoritkan warna satu ini. Mereka Cenderung pecinta damai dan tak suka memihak. Selain itu juga termasuk orang yang tenang dan mudah berteman dengan siapa saja.

Untuk pecinta hijau, maka tak salah lagi, Kalian adalah sosok pecinta lingkungan. Sekalipun mungkin bukan orang yang terjun di dalam organisasi pecinta lingkungan, namun kalian berusaha menjaga lingkungan sekitarnya. Ia juga anak yang keras kepala, namun sekaligus teman yang menyenangkan. Dewasa, berambisi, punya semangat hidup yang tinggi, menyukai sesuatu yang nyata, kehidupan sehari-hari, karir, perubahan, seringkali dikaitkan dengan selera, nilai-nilai dan keyakinan yang tradisional. Jika hijau adalah warna favoritnya, ini melambangkan kedewasaan dan ambisi. Ia mampu bergerak dengan cepat, menganggap kehidupan sebagai tangga dan ia dapat mendakinya dengan cepat. Ia memiliki kekuatan perasaan yang bisa mengontrol apa saja yang ada di sekitarnya.

Pilihan anak terhadap warna dominannya dalam setiap karya tidak bisa dipaksakan oleh gurunya. Ia mengalir begitu saja. Biasanya saya hanya memberikan saran dan arahan untuk menambahkan sisi-sisi lainnya dari warna yang lain. Berharap anak mampu memadukan warna lainnya dalam sebuah karya. Kan tidak menarik jika anak hanya berkarya dengan satu warna saja sementara yang lainnya mampu memadukan semua warna dengan baik.

Friday, December 18, 2015

Sekolah Waldorf Sekolah Alternatif Yang Tepat Untuk Anak Anda

Artikel ini menjadi trending topic dan saya ingin membaginya juga di sini. Artikel aslinya bisa dilihat disini. Beredar dari satu group ke group lainnya dan Sekolah Waldorf menjadi terkenal. Banyak orang penasaran dengan konsep Sekolah Waldorf ini.

Di Indonesia kini mulai bermunculan secara meyakinkan satu persatu tumbuh. Sebut saja di Yogyakarta, di Jakarta, dan di Bandung. Penggerak sekolah waldorf rata-rata mereka yang sudah pernah mengetahui sebelumnya tentang filosofi pendidikan Waldorf lewat studygroup atau sengaja mengikuti course selama rentang waktu tertentu kemudian menginisiasi sekolah waldorf di Indonesia.
Kehadiran sekolah alternatif seperti sekolah waldorf ini sangat penting untuk Indonesia. Memberikan semacam penyegaran atas metode konvensional yang sudah terlalu lama mengakar dalam sistem pendidikan Indonesia. Di bawah ini adalah salah satu artikel yang menarik dan membuat banyak penasaran orang untuk membacanya.

SAAT ANAK ATAU ADIKMU MAIN IPAD, ANAK-ANAK BOS GOOGLE DAN APPLE ASYIK MAIN TANAH DI SEKOLAH

Di Indonesia, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu muatan lokal yang umum ditemui. Banyak juga sekolah yang mengizinkan murid-muridnya membawa laptop untuk kepentingan mencatat atau browsing informasi saat di kelas. Selesai sekolah, anak-anak ini pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad atau game konsol mereka dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena ini sah-sah saja.
Tapi tunggu! Mari sejenak jalan-jalan ke Silicon Valley, sebuah kawasan di Amerika dimana perusahaan-perusahaan teknologi top dunia berkantor. Di tempat ini terdapat fakta yang akan membuat kita berpikir ulang,

“Apakah keputusan mengenalkan komputer pada anak sejak usia dini itu tepat?”Para petinggi Google, Apple, Yahoo, HP hingga eBay mengirim anak-anaknya ke sekolah yang sama sekali tak punya komputer

Ketika sekolah-sekolah lain memasukkan komputer dalam kurikulum dan berlomba membangun sekolah digital, Waldorf School of the Peninsula justru melakukan sebaliknya. Sekolah ini dengan sengaja menjauhkan anak-anak dari perangkat komputer.Sekolah Waldorf justru fokus pada aktivitas fisik, kreativitas, dan kemampuan ketrampilan tangan para murid. Anak-anak tak diajarkan mengenal perangkat tablet atau laptop. Mereka biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, menggunakan jarum rajut dan lem perekat ketika membuat prakarya, hingga bermain-main dengan tanah setelah selesai pelajaran olahraga. Guru-guru di Waldorf percaya bahwa komputer justru akan menghambat kemampuan bergerak, berpikir kreatif, berinteraksi dengan manusia, hingga kepekaan dan kemampuan anak memperhatikan pelajaran. Para petinggi di dunia IT ini membela keputusan sekolah Waldorf untuk tak memperkenalkan komputer ke anak-anak mereka.

Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Waldorf itu keliru. Meski metode pembelajaran yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu abad, perdebatan soal penggunaan komputer dalam proses belajar-mengajar masih terus berlanjut.Menurut para pendidik dan orangtua murid di Sekolah Waldorf, sekolah dasar yang baik justru harus menghindarkan murid-muridnya dari komputer. Ini disetujui oleh Alan Eagle (50), yang menyekolahkan anaknya Andie di Waldorf School of the Peninsula:

“Anak saya baik-baik saja, meskipun] tak tahu bagaimana caranya menggunakan Google. Anak saya yang lain, yang sekarang di kelas dua SMP, juga baru saja dikenalkan pada komputer,” tutur Eagle, yang bekerja untuk Google.
Eagle tak mempermasalahkan ironi antara statusnya sebagai staf ahli di Google dan kondisi anak-anaknya yang gaptek.
“Misalkan saja saya seorang sutradara yang baru menelurkan sebuah film dewasa. Meski film itu didaulat sebagai film terbaik yang pernah ada di dunia sekalipun, saya toh tak akan membiarkan anak-anak saya menonton film itu kalau umur mereka belum 17 tahun.”Tanpa perangkat komputer atau kabel, kelas-kelas di Waldorf punya tampilan klasik dengan papan tulis dan kapur warna-warni

Sekolah Waldorf tampil dengan gaya ruangan kelas yang klasik. Tak banyak perangkat elektronik, layar-layar komputer, atau kabel-kabel yang menghiasi ruangan. Berhias dinding-dinding kayu, kamu hanya akan menemukan papan tulis penuh coretan kapur warna-warni. Ada rak-rak penuh berbagai jenis ensiklopedia hingga meja-meja kayu dengan tumpukan buku-buku catatan dan pensil.Andie yang duduk di kelas 5 mendapat pelajaran membuat kaos kaki. Ketrampilan merajut dipercaya membantu anak-anak belajar memahami pola dan hitungan. Menggunakan jarum dan benang bisa mengasah kemampuan memecahkan masalah dan belajar koordinasi. Saat pelajaran bahasa di kelas 2, anak-anak akan diajak berdiri melingkar. Mereka diminta mengulang kalimat yang diucapkan guru secara bergiliran. Gilirannya ditentukan dengan melempar penghapus atau bola. Ternyata, metode belajar ini bisa jadi salah satu cara untuk mensinkronkan tubuh dan otak.Guru kelas Andie, Cathy Waheed, mengajarkan anak-anak mengenal pecahan dengan metode yang sangat sederhana. Yup, Waheed menggunakan buah apel, kue pai, atau roti yang dipotong-potong lalu dibagikan pada murid-muridnya.

“Saya yakin dengan cara ini mereka bisa lebih mudah mengenal hitungan pecahan,” ujar Waheed, yang merupakan lulusan Ilmu Komputer dan sempat bekerja sebagai teknisiMenurut guru-guru Waldorf, mengajarkan siswa memakai komputer tak akan membuat mereka bertambah pintar. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan kaitan keduanya.

Selain dari pengajar dan orang tua murid, para ahli pendidikan pun menegaskan:
“Penggunaan komputer di ruang kelas sebenarnya tidak ada alasan ilmiahnya. Sampai saat ini toh belum ada penelitian yang membuktikan bahwa keterampilan menggunakan komputer akan berpengaruh pada nilai tes atau prestasi mereka.”
Nah, apakah belajar hitungan pecahan dengan memotong apel atau merajut jauh lebih baik? Bagi Waldorf, pertanyaan ini sulit dibuktikan. Sebagai sekolah swasta, Waldorf tak berpedoman pada tes-tes dasar yang serupa dengan sekolah-sekolah lain. Mereka pun memang mengakui bahwa murid-muridnya tak akan dapat nilai setinggi anak-anak sekolah negeri jika diminta mengerjakan soal-soal tes umum. Bukan karena mereka bodoh, namun karena murid-murid Waldorf memang tak dijejali teori-teori matematika dasar sesuai kurikulum.Namun, ketika diminta membuktikan efektivitas pendidikan di Waldorf, Association of Waldorf School di Amerika Utara menayangkan hasil penelitian yang tak main-main:

“94% siswa lulusan SMA Waldorf di Amerika Serikat di antara tahun 1994 sampai 2004 berhasil masuk di berbagai jurusan di kampus-kampus bergengsi seperti Oberlin, Berkeley, dan Vassar.”
Selain faktor minimnya teknologi, kualitas pengajar yang baik di Waldorf juga dinilai berpengaruh pada keberhasilan sekolah tersebut mengirim anak-anaknya ke universitas-universitas bergengsi di Amerika. Waldorf memang tak sembarangan dalam memilih guru. Selain berpendidikan tinggi, mereka harus memiliki jam terbang yang mumpuni. Wajar saja jika Waldorf kemudian berhasil mengembangkan anak didik mereka menjadi hebat dan berprestasi. Kualitas inilah yang kemudian membuat para orangtua percaya pada metode pengajaran Waldorf. Salah satu orangtua tersebut adalah Pierre Laurent (50), pendiri startupyang sebelumnya bekerja di Intel dan Microsoft. Bahkan saking terkesannya dengan metode Waldorf, Monica Laurent, istri Pierre, bergabung menjadi guru di sekolah ini sejak tahun 2006.
Waldorf memegang filosofi bahwa belajar-mengajar bukan perkara sederhana. Ini tentang bagaimana seharusnya menjadi manusia.

Sebenarnya menurut Waldorf, memilih menggunakan teknologi komputer atau tidak bisa jadi sifatnya subyektif atau perkara pilihan. Terserah saja, menurut kebijakan sekolah masing-masing. Namun yang harus dicatat: ketika anak sudah dibiarkan lekat dengan komputer sejak dini, bisa saja ia akan ketergantungan dan sulit melepaskan gawai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ann Flynn — petinggi National School Boards Association yang membawahi sekolah-sekolah negeri di Amerika — tetap bersikeras bahwa pelajaran komputer itu penting. Sementara Paul Thomas, mantan guru dan profesor pendidikan yang sudah menulis lebih dari 12 buku tentang metode pendidikan publik, lebih setuju pada Waldorf. Baginya, pendekatan yang minim teknologi di dalam kelas justru sangat bermanfaat.
“Mengajar adalah pengalaman manusia. Teknologi justru bisa jadi gangguan ketika mengenal huruf dan angka, belajar hitungan, dan berpikir kritis, “ ungkap Thomas.
Keahlian di bidang IT adalah modal untuk bersaing di dunia kerja. Tapi, haruskah itu menjadi alasan untuk mengenalkan komputer pada anak sejak dini?

“Komputer itu sangat mudah. Kami di Google sengaja membuat perangkat yang ibaratnya bisa digunakan tanpa harus berpikir. Anak-anak toh tetap bisa mempelajari komputer sendiri jika usia mereka sudah dewasa.”– Alan Eagle.
Sekolah Waldorf Sekolah Alternatif Yang Tepat (http://www.sandpointwaldorf.org)
Singkatnya, Eagle menjelaskan bahwa komputer itu mudah dan bisa dipelajari lewat kursus kilat sekalipun. Jadi buat apa “membunuh” kreativitas alami anak dengan memaksa mereka mempelajari komputer sejak dini?Bukan berarti anak-anak di Waldorf dan Silicon Valley sama sekali tak melek teknologi. Siswa-siswa kelas V di Waldorf mengaku sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton film di rumah. Seorang siswa yang ayahnya bekerja sebagai teknisi di Apple mengaku sering diminta mencoba game baru ciptaan sang ayah. Sementara seorang murid biasa berkutat dengan flight control system di akhir pekan bersama orang tuanya.Justru anak-anak ini sudah mendapat pengetahuan teknologi dalam porsi yang pas, mengingat kebanyakan orangtua mereka adalah penggiat industri teknologi. Berkat didikan di Waldorf, anak-anak Silicon Valley mengaku tak nyaman saat melihat orang-orang di sekitarnya sibuk dengan gadget mereka.

“Aku lebih suka menulis dengan kertas dan pulpen. Ini membuatku bisa membandingkan tulisanku saat kelas I dengan yang sekarang. Kalau aku menulis di komputer ‘kan… gaya tulisannya sama semua. Dan kalau komputermu tiba-tiba rusak atau mendadak mati listrik, pekerjaanmu jadi tak selesai ‘kan?” ungkap Finn Heilig, yang ayahnya bekerja di Google.
Sekali lagi, metode pendidikan tanpa komputer bukannya bermaksud menutup akses anak untuk mengenal teknologi. Kelak, di usia tertentu mereka tetap punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sementara di masa kanak-kanak, mereka berhak mendapat kesempatan menjadi sebenar-benarnya anak-anak. Bagaimana nasib adik-adikmu atau anak-anakmu sendiri kelak? Apakah lebih baik mereka dikenalkan dengan gadget dan perangkat teknologi sejak dini, atau lebih baik menunggu sampai saat yang benar-benar tepat?

Tuesday, December 15, 2015

Kewirausahaan di Sekolah Alam Bandung

Kewirausahaan adalah bentuk pendidikan yang menarik. Banyak sisi-sisi pembelajaran untuk anak-anak yang positif dalam membangun karakter baik dalam diri mereka.

Sudah lama saya ingin cerita tentang sisi lain dari kegiatan wirausaha di sekolah. Di beberapa sekolah dinamakan lebih keren yaitu busines day. Apapun itu, kegiatan kewirausahaan adalah bentuk pendidikan kemandirian sejak dini. Memandirikan anak dalam bentuk yang menyenangkan.

Sejatinya sekolah adalah tahap awal pendidikan mandiri seorang anak setelah proses di rumah menuju tahapan jenjang selanjutnya. Proses melepaskan dari rumah ke sekolah. Bersosialisasi dan belajar. Setelah anak mandiri untuk hidup sesuai perannya di dunia. Menjadi dewasa dan mandiri, mengenal diri dan lingkungan. Berkontribusi dan menjadi pribadi yang berguna.

Anak belajar di bangku sekolah, mengenal huruf, membaca, menulis, dan keterampilan lainnya. Nah, salah satu keterampilan penting dan mendasar itu adalah kewirausahaan. Dari pengamatan saya pada kegiatan wirausaha, ada beberapa hal positif yang muncul dalam diri anak didik.

1. Sikap mandiri. Saat memulai wirausaha, anak dituntut untuk bisa menentukan sendiri semuanya. Misalnya jenis barang atau jasa yang akan dijual. Jenisnya rupa-rupa. Anak harus bisa memutuskan sendiri. Kemandirian ditunjukan juga dengan menjual sendiri tanpa bantuan orang lain. Menghitung untung rugi sendiri, dll.

2. Sikap pantang menyerah. Anak-anak begitu antusias saat kegiatan wirausaha. Saat mengalami masalah, misalnya dagangan belum laku semua, ia menunjukan sikap pantang menyerah dengan terus berusaha mencari pembeli baru. Pantang menyerah sebelum waktu kegiatan selesai.

kewirausahaan di Sekolah (dok. Iden Wildensyah)
3. Kreativitas. Anak-anak teramati jadi kreatif saat mengemas barang dagangan dan menjualnya. Kreativitas ini penting juga saat menentukan barang atau jasa yang dibutuhkannya. Musim panas atau kemarau atau musim hujan membuat anak harus bisa mencari jenis yang banyak dicari.

4. Respek. Sikap ini muncul pada saat anak-anak tahu betapa sulitnya menjual. Ia akan menghormati para wirausahawan yang sudah lebih dahulu bergiat. Misalnya jadi tidak suka meledek lagi penjual es krim. Menghormati orangtua yang berjualan setiap hari, dll.

5. Kepekaan. Sikap peka ini tambahan lainnya setelah respek pada orang lain. Anak-anak jadi lebih peka pada masalah-masalah yang dihadapi saat melakukan kegiatan wirausaha.

6. Keberanian. Ini faktor penting yang muncul dari rutinnya kegiatan wirausaha. Keberanian untuk mandiri dalam berusaha adalah pondasi dasar yang baik untuk anak-anak. Anak-anak jadi lebih bisa mengambil resiko dengan modal yang ia miliki.

Begitu pentingnya sebuah kegiatan wirausaha, tak jarang orangtua juga mendukung penuh kegiatan ini karena mereka tahu pentingnya membangun sikap-sikap yang baik untuk anak-anak sedari kecil.

Thursday, December 10, 2015

Ajari Anak Calistung Sejak Dini Merusak Tatanan Otak

Sungguh judul yang sangat provokatif karena mengajak orangtua agar tak mengajarkan anak calistung sejak dini. Calistung adalah baca tulis dan hitung. Anak-anak sebaiknya tidak diajarkan calistung karena akan merusak tatanan otak mereka. Calistung sejak dini seolah membukakan tabir yang seharusnya tidak terbuka pada jenjang usia tertentu. Akibatnya anak bisa kelelahan karena menyantap sesuatu yang belum seharusnya.

Ketika banyak sekolah yang melakukan seleksi untuk calon anak didiknya banyak orangtua yang kelimpungan. Seleksi seperti calistung sebelum anak masuk sekolah dasar sangat tidak mendasar. Kalau sekedar ingin mudah buat SD, ya gak bagus juga. Guru kan mendidik dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Artinya harus siap dengan segala konsekuensi jika anak belum bisa calistung harus diajari dengan baik.

Mendidik adalah proses panjang yang membutuhkan waktu lama. Hasil pendidikan tidak instan. Hari itu diajarkan besok sudah jadi. Pendidikan yang baik melihat dalam rentang waktu yang panjang. Bukan saat ini tetapi masa yang akan datang. Jika anak belum bisa calistung, ya ajari dengan baik. 

Kembali ke rusak tatanan otak dalam kepala karena proses membaca dan menghitung itu butuh proses tahapan yang baik. Mempersiapkan pondasi yang baik agar anak siap mencerna semua kata-kata dengan maknanya. Bukan sekadar mengetahui kata-kata tetapi tidak tahu makna dan artinya. Lebih dari itu mengerti dan paham makna dari kata yang sudah diketahuinya. 

Tatanan yang rusak dalam otak anak ini sangat berbahaya untuk perkembangan dirinya. Anak lebih cepat tumbuh dari usia seharusnya. Kalau ada yang mengatakan anak-anak sekarang lebih cepat dewasa, bisa jadi ada benarnya. Anak mendahului kematangan usianya. Otaknya dipaksa berpikir acak karena melebihi kapasitas yang sebenarnya belum sanggup ia tampung. 

Jadi, kalau sampai hari ini anak anda belum bisa calistung, santai saja. Di saat yang tepat mereka akan bisa melewati fasenya dengan baik. Anak yang tadinya tak bisa calistung di usia menjelang masuk SD, akan lancar calistung justru setelah masuk SD. Pastikan memilih SD dengan guru-guru yang sabar dan penuh perhatian serta cinta anak. Dengan kesabaran, perhatian, dan cinta yang ditumbuhkan oleh gurunya, anak anda akan berkembang sesuai dengan jenjang usianya.

Calistung Sejak Dini Rusak Tatanan Otak Anak

Tuesday, December 8, 2015

Perbedaan Mendidik Dan Mengajar Yang Jarang Diketahui Banyak Pendidik

"Education is not preparation for life; education is life itself" -John Dewey- 
Suatu hari seorang guru bertanya kepada saya tentang perbedaan mendidik dan mengajar. Wah bagi saya, ini adalah pertanyaan mendasar yang tidak bisa dijawab secara spontanitas. Ini karena saya tidak mau seperti kebanyakan orang yang terjebak pada definisi yang sama bahwa pendidikan dan pengajaran adalah sama saja. Bagi saya tidak, keduanya memiliki pengertian mendasar yang berbeda, serta kajian-kajian referensi yang mendalam untuk mengetahui lebih dalam tentang perbedaan antara mendidik dan mengajar. 
Pendidikan Sebagai Pembeda Antara Manusia Dan Mahluk Hidup Lainnya
Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga belajar tetapi lebih ditentukan oleh instingnya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi, para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen. 
Perbedaan mendidik dan mengajar (bukukelas)
Menurut Paulo Freire, pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, sedangkan John Dewey mengatakan bahwa pendidikan adalah proses yang dilakukan agar ada perubahan dalam masyarakat. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses transfer dan pencarian nilai yang terjadi dilevel individu maupun masyarakat yang mengarah kepada perubahan kondisi kearah yang lebih baik. Maka sejatinya pendidikan adalah juga proses pembebasan manusia, karena telah begitu banyak penindasan terjadi diantara manusia. 
Terdapat perbedaan mendasar antara mendidik dan mengajar, beberapa orang mungkin terjebak antara definisi mendidik dengan mengajar. Padahal, terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian seorang guru. Semua persiapan guru untuk mengajar bersifat teknis. Hasilnya juga dapat diukur dengan instrumen perubahan perilaku yang bersifat verbalistis. Tidak seluruh pendidikan adalah pembelajaran, sebaliknya tidak semua pembelajaran adalah pendidikan. Perbedaan antara mendidik dan mengajar sangat tipis, secara sederhana dapat dikatakan mengajar yang baik adalah mendidik. Dengan kata lain mendidik dapat menggunakan proses mengajar sebagai sarana untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan. 
Mendidik lebih bersifat kegiatan berkerangka jangka menengah atau jangka panjang. Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu dekat atau secara instan. Pendidikan merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yang bersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.
Mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yang disampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan peru bahan sikap mental/kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolut dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatan mendidik. Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik , sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Contoh seorang guru matematika mengajarkan kepada anak pintar menghitung, tapi anak tersebut tidak penuh perhitungan dalam segala tindakannya, maka kegiatan guru tersebut baru sebatas mengajar belum mendidik. 
Tidak setiap guru mampu mendidik walaupun ia pandai mengajar, untuk menjadi pendidik guru tidak cukup menguasai materi dan keterampilan mengajar saja, tetapi perlu memahami dasar-dasar agama dan norma-norma dalam masyarakat, sehingga guru dalam pembelajaran mampu menghubungkan materi yang disampaikannya dengan sikap dan keperibadiaan yang harus tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan norma-norma dalam masyarakat. Jadi, jika hasil pengajaran dapat dilihat dalam waktu singkat atau paling lama tiga tahun, keluaran pendidikan tidak dapat dilihat sebagai satu hasil yang segmentatif. Hasil pendidikan tercermin dalam sikap, sifat, perilaku, tindakan, gaya menalar, gaya merespons, dan corak pengambilan keputusan peserta didik atas suatu perkara. 
Pedagogy dan Andragogy 
Penting juga mengetahui tentang Pedagogy dan Andragogy, ini adalah dua model pendekatan pendidikan menurut Paulo Freire. Pedagogy adalah metode pendekatan yang menempatkan objek pendidikannya sebagai ’anak-anak’ meskipun usia bioogisnya sudah termasuk ’dewasa’. Konsekuensinya adalah menempatkan peserta didik sebagai ’murid’ yang pasif, yang sepenuhnya menjadi objek suatu proses belajar, seperti ’guru menggurui, guru mengevaluasi, murid dievaluasi. Sebaliknya Andragogy atau pendidikan ’orang dewasa’ adalah metode pendekatan yang menempatkan peserta didik sebagai orang dewasa, murid sebagai subjek dari sistem pendidikan yang aktif. Fungsi guru adalah sebagai ’fasilitator’ bukan menggurui, dan relasi antara guru-murid bersifat ’multicommunication’ dan seterusnya. 
Pendidikan juga seharusnya tidak berada jauh dengan realitas, yaitu pendidikan yang dekat dengan kondisi real masyarakat, karena pendidikan bertujuan untuk transformasi/perubahan dalam masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik. Pendidikan seharusnya membangun kesadaran kritis, dan mampu menciptakan ruang untuk tumbuhnya resistensi dan subversi terhadap sistem yang dominan. Sehingga pandangan pendidikan seperti itu akan melahirkan aliran pendidikan yang disebut pendidikan kritis.
Proses dalam pendidikan seharusnya dapat menjadi proses pembebasan manusia dari penindasan. Sejarah membuktikan telah begitu banyak proses penindasan terjadi terhadap manusia, bahkan hingga saat ini. Karena baik si penindas, maupun yang tertindas, sama-sama mengalami proses dehumanisasi (kehilangan kemanusiannya) karena menyalahi kodrat manusia itu sendiri. Sejatinya manusia harus dipandang dan diperlakukan sebagai seorang manusia yang memiliki hak dan kewajiban serta sama harkat dan martabatnya dengan manusia lain. Pendidikan pun seharusnya tidak menempatkan guru/pengajar sebagai subjek dan murid/peserta belajar sebagai objek, namun, menempatkan guru/pengajar sebagai subjek (dalam hal ini fasilitator) dan murid/perserta belajar sebagai subjek pula. Sehingga pendidikan kritis pun dapat terwujud dan menghasilkan manusia yang kritis dan mampu membawa perubahan dalam masyarakat ke arah yang lebih baik. Simpulan Mendidik (pedagogy) yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa mendidik bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi penolong bagi umat manusia. Sementara mengajar hanya pada tataran transfer of knowledge. Keteladanan adalah sikap terpuji yang semestinya melekat pada semua guru. Jadi, dengan demikian, setiap guru seharusnya menjadi model untuk mendorong pembentukan sikap terpuji peserta didik.Disinilah tugas guru bukan sekadar mengajar yang sangat teknis, melainkan mendidik untuk membentuk insan generasi muda yang berperilaku mulia, baik, jujur serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa didiknya. (diolah dari berbagai sumber)

Monday, December 7, 2015

Pendidikan Bahasa Yang Penting Anak-anak Pelajari Di Era Sekarang

Tiga hal yang menjadi penting di era sekarang adalah kemampuan bahasa, kemampuan retorika, dan kemampuan menulis. Tiga hal tersebut muncul dari diskusi kreativitas bersama Acep Iwan Saidi, seorang penulis hebat yang sering saya baca tulisannya di media cetak. Pendidikan Bahasa Yang Penting! Untuk siapapun di dunia pendidikan sekarang ini. Pak Iwan, demikian saya memanggil beliau kalau bertemu di sekolah. Sore itu Pak Iwan menjadi narasumber untuk diskusi yang rutin dilaksanakan setiap selasa pukul 13.30. Pak Iwan menyampaikan beberapa contoh tentang keterkaitan antara kreatifitas, bahasa, dan seni serta pentingnya dalam pembelajaran anak. Bahasa adalah hal penting setelah inovasi mewujud bentuk dan bentuk menjadi mati ketika kita tidak bisa mendefinisikan dalam bahasa. Misalnya seorang inovator dengan kreatifitasnya berhasil menciptakan penemuan robot pemadam kebakaran. Si robot pemadam kebakaran akan menjadi sebuah benda bernilai lebih saat seorang inovator menjelaskan perihal robot tersebut. Robot tersebut kemudian akan bernilai lebih lagi ketika dia sudah diketahui oleh masyarakat umum, tentang kegunaannya, tentang cara pemakaiannya, dan lain-lain. 
Robot tidak akan menjelaskan secara langsung siapa dirinya jika tidak diprogram oleh manusia yang menciptakan. Contoh lainnya misal sebuah kursi hasil inovasi dengan berbagai bentuk dan tambahan lainnya. Kursi akan bernilai ketika dia bisa dibahasakan melalui iklan, melalui narasi dan deskripsi lainnya. Kursi baru hasil inovasi akan diam begitu saja tanpa diketahui orang lain jika sang inovator tidak berusaha membahasakan. Pembangunan apartemen dan perumahan hasil kolaborasi teknik sipil dan teknik arsitektur akan bernilai dan berharga ketika dibahasakan dengan baik kepada masyarakat. 
Pendidikan Bahasa Yang Penting Anak-anak Pelajari di Era Sekarang (bukukelas)
Pendidikan Bahasa Yang Penting Anak-anak Pelajari di Era Sekarang (bukukelas)
Lihat saja misalnya seorang marketing ketika menyampaikan harga mahal tetapi seperti biasa saja karena dibahasakan dengan baik. Seperti ''apartemen ini bebas macet, keluar tol dalam kota langsung masuk komplek apartemen. Harganya dijamin murah, hanya dengan dua ratus lima puluh juta perbulan, anda sudah bisa menempati ruang ekslusif dengan jaminan keamanan dan kenyamanan''. Bayangkan hanya dengan dua ratus lima puluh juta rupiah perbulan (Rp250.000.000,00/bulan)! Fantastis tetapi seperti biasa saja saat dibahasakan dengan intonasi yang baik dan meyakinkan. 
Itulah beberapa contoh tentang pendidikan bahasa yang penting anak-anak pelajari. Bahasa memegang peranan penting baik dalam menyampaikan gagasan atau juga menyampaikan hasil gagasan tersebut. Inilah yang saya sebut sebagai berakhir di bahasa. Selain selanjutnya adalah kemampuan retorika. Kemampuan retorika atau kemampuan menyampaikan gagasan melalui argumentasi yang kuat. 
Retorika seperti kelanjutan dari bahasa. Seorang yang memiliki kemampuan bahasa dengan baik akan lebih bisa menjelaskan sesuatu dengan baik dibanding orang yang tidak memiliki kemampuan berbahasa. Retorika berdasar pada bahasa yang disampaikan, itu berarti argumentasi akan kuat ketika bahasa penyampaian efektif. Dan penyampaian yang efektif membuat sesuatu yang dibahasakan menjadi sampai pada tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut misalnya ketika menyampaikan gagasan atau inovasi yang mewujud. Jika berbahasa dengan baik sudah, berinovasi juga sudah, selanjutnya tentu saja menulis. 
Menulis adalah bagian dari menuangkan gagasan dalam bentuk nyata. Menulis harus memiliki kemampuan bahasa yang baik, argumentasi yang kuat, dan logika bahasa yang baik juga. Ini adalah bagian dari kreatifitas agar tidak mati setelah mewujud. Dia harus dituliskan, harus disebarkan pada semua khalayak terutama untuk inovasi yang penting untuk masyarakat. Tujuannya tidak lain adalah untuk kebaikan semua. Menulis merupakan bagian tidak terpisahkan dari bidang keilmuan apapun. Dia holistik. Dulu saya mengatakan pada dosen waktu kuliah di Jalan Setiabudi 207 Bandung bahwa keilmuan itu menjadi mati ketika dosen atau mahasiswa tidak berusaha menuliskannya di surat kabar. Surat kabar menjadi sebuah media terbaik untuk membagi hasil pemikiran. Dari pemikiran yang dikirim ke media, khalayak menjadi berpengetahuan. Pengetahuan menjadi milik bersama yang tidak terbatas pada lembaga pendidikan saja. Diskusi itu mengalir dari kreatifitas, bahasa, seni, hingga konteksnya dalam pembelajaran. Diskusi yang sangat menarik karena memberikan inspirasi.

Belajar Di Rumah Bersama Orangtua

Bagaimana belajar yang efektif bersama orangtua di rumah? Itulah pertanyaan yang sering masuk kepada penulis. Sebenarnya tidak ada yang baku tentang cara dan tips belajar yang efektif di rumah. Setiap orangtua biasanya memiliki cara metode yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan anak-anaknya. Cara belajar bersama anak-anak di rumah harus disesuaikan dengan keadaan anak dan kesediaan orangtua untuk memberikan banyak waktu kepada anak-anaknya. 

Nah, menyediakan waktu berarti totalitas ketika di rumah harus bersama anak-anak. Simpan dan tinggalkan semua peralatan semacam tablet atau smartphone di tempat yang jauh. Barulah kemudian belajar bersama-sama dengan anak. 

Inilah beberapa tips yang bisa dijadikan rujukan untuk mengajak anak belajar di rumah.

1. Sediakan Buku Pelajaran Penunjang
Buku pelajaran penting untuk menjadi referensi orangtua dalam mengajar anaknya. Ada banyak buku yang dijual si toko buku. Sesuaikan dengan materi yang sedang dipelajari anak di sekolah agar tetap selaras antara sekolah dan rumah.

2. Siapkan Papan Tulis
Anda bisa memilih berbagai jenis papan tulis sesuai kebutuhan di rumah. Papan tulis berwarna putih atau hitam atau hijau atau apapun yang penting saat digunakan, anak nyaman melihatnya dan anda bisa menulis di papan tulis tersebut dengan baik.

3. Review atau Ulas Kembali Materi Yang Sudah dipelajari.
Review dibutuhkan untuk mengukur capaian yang sudah didapat selama belajar di rumah. Review bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tidak harus konvensional seperti test pada umumnya. Anda bisa mengemas review dalam bentuk kemasan yang menarik seperti tata letak yang dibuat artistik.

Itulah tiga tips mendampingi belajar anak di rumah. Semoga capaian pendidikan anak-anak anda bisa semakin baik saat kita berhasil menyelaraskan antara rumah dan sekolah. Selalu lakukan komunikasi yang baik dengan guru di sekolah tentang perkembangan anak anda. Kita tak pernah tahu perkembangan yang mengejutkan saat anak-anak tidak bersama orangtuanya.


Sunday, December 6, 2015

8 Macam Kecerdasan Manusia Ini Penting Diketahui Pendidik Agar Anak Belajar Efektif

Teori 8 Macam Kecerdasan Manusia ini sudah sangat populer dikalangan motivator, psikolog, dan pengajar di manapun berada. Teori kecerdasan ini mematahkan anggapan bahwa semua anak belajar sama dalam satu kelas. Pada kenyataannya anak belajar dengan cara yang berbeda-beda. Guru tidak bisa menyamakan setiap anak saat menyerap pelajaran. Guru juga tak bisa menetapkan standar yang sama dalam setiap target materinya terutama pada hasil yang akan diterima anak. Membuat standar yang sama pada sesuatu yang berbeda sama saja dengan membuat ketidakadilan pada diri anak.

Pernah lihat sebuah kartun yang sangat menggeletik ketika semua hewan diajari untuk memanjat pohon sementara hewan yang diajarinya berbeda-beda kemampuannya, menjadikan seekor gajah, ikan, jerapah, untuk menyamai kemampuan seekor kera jelaslah tak akan bisa. Demikian juga dalam mendidik anak.

8 Macam Kecerdasan Manusia Yang Penting Diketahui Pendidik Agar Anak Belajar Efektif
8 Macam Kecerdasan Manusia Yang Penting Diketahui (bukukelas)
Teori 8 macam kecerdasan manusia pertamakali dikembangkan oleh Prof. Howard Gardner. Yah Prof Howard Gardner ini seorang ahli riset mengembangkan satu model kecerdasan. Maksudnya setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda beda tinggal bagaimana kita mengembangkannya untuk menjadi potensi maksimal. 

Berikut ini 8 macam kecerdasan tersebut adalah:

1. Kecerdasan Linguistik 
Suatu kecerdasan senang bermain dengan kata-kata, menikmati puisi, suka mendengarkan cerita, senang membaca, merasa percaya diri mengekspresikan diri baik secara lisan maupun tulisan, suka menambahi percakapan dengan hal hal menarik yg baru saja didengar atau dibaca, suka mengerjakan teka teki silang, bermain scrabble atau bermain puzzle. 

2. Kecerdasan Matematika 
Suatu kecerdasan senang bekerja dengan angka, tertarik dengan kemajuan tehnologi, mudah melakukan perencanaan keuangan, senang menyiapkan jadwal kegiatan yg terperinci, memberikan penomoran pada daftar kerja, senang bermain puzzle atau catur. 

3. Kecerdasan Visual dan Spasial 
Suatu kecerdasan dimana menyukai seni, lukisan, patung, memiliki cita rasa yg bagus dalam hal pewarnaan, dapat menggambar.

4. Kecerdasan Musik 
Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme, melodi, timbre seperti memainkan alat music, dapat menyanyi sesuai dengan tinggi rendahnya kunci nada, dapat mengingat suatu irama hanya dengan mendengarkan beberapa kali saja, mengikuti irama music dengan baik tanpa sadar mengetuk-ngetukan jari mengikuti irama tersebut.

5. Kecerdasan Interpersonal 
Yaitu kemampuan untuk mengamati dan memotivasi perasaan orang lain seperti senang bekerjasama dengan orang lain dalam suatu kelompok atau komite, lebih suka belajar kelompok daripada belajar sendiri, orang sering datang ke kita untuk minta nasehat, seseorang yg penuh dengan simpati, lebih suka dengan team sport seperti basket, softball, sepak bola daripada individual seperti renang atau lari. 

6. Kecerdasan Intrapersonal 
Kemampuan memahami kekuatan & kelemahan diri sendiri, mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri, sering menyendiri untuk memikirkan dan memecahkan masalahnya sendiri, seorang pemikir independen (mandiri), memiliki buku harian untuk mencatat pikiran yang sangat dalam dan pribadi, mempunyai hobi atau kesenangan yang bersifat pribadi. 

7. Kecerdasan Kinestetik 
Yaitu kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan, gemar melakukan olah raga atau kegiatan fisik, cakap dalam melakukan sesuatu seorang diri, aktif dalam kegiatan fisik seperti berjalan dan berlari, senang dengan permainan yang menantang. 

8. Kecerdasan Naturalis 
Yaitu kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan. Senang memelihara hewan, dapat mengenali dan membedakan berbagai jenis pohon, bunga, tanaman, memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana tubuh bekerja, bisa membaca cuaca, dapat membayangkan sebagai petani, suka memancing. 

Itulah 8 macam kecerdasan manusia yang penting untuk diketahui semua pendidik. Nah, sekarang kita sudah mengerti tentang delapan kecerdasan dalam otak manusia, kecerdasan apa saja yang dimiliki oleh anda/anak/cucu anda?

Semoga dengan memahami kecerdasan yang kita miliki, bisa menggali lebih banyak potensi diri untuk bisa menuju pribadi yang lebih baik serta berbenah diri mengatasi kekurangan dan meningkatkan kemampuan.